Memilih Mukena Untuk Anak

image

Esa, Bisa dan Dea

Tak terasa puasa Ramadhan yang kita jalani sudah hampir di pertengahan, sebentar lagi lebaran yah….

Umumnya di masyarakat kita, tradisi bagi bagi angpau dan memberikan sesuatu untuk saudara atau kerabat biasanya dipersiapkan di waktu waktu sekarang ini. Kalo saya sih malah sebelum Ramadhan sudah beli ini itu untuk keperluan sampai lebaran, termasuk angpao dan barang untuk kerabat dan saudara. Alasannya simpel, pertama harga barang masih stabil, dan kedua sayang aja kalo waktu berpuasa di bulan Ramadhan terbuang hanya untuk memenuhi hasrat belanja saja, mending buat kegiatan lain yang lebih positif.

Nah, menjelang Ramadhan kemarin saya dan istri membelikan sesuatu untuk keponakan keponakan kami yang kebanyakan masih duduk di bangku SD dan bahkan balita. Setelah berdiskusi ringan, akhirnya kami sepakat untuk membelikan sarung untuk keponakan laki laki, dan mukena untuk keponakan perempuan. Tujuannya supaya mereka termotivasi untuk rajin sholat sejak dini.

Untuk sarung, karena modelnya standar, ya kami membeli yang corak standar saja, yang penting kualitas nya bagus. Nah, untuk mukena ini nih yang agak ribet dan bingung memilihnya, karena banyak model dan coraknya, dan agar tujuan kami diatas tercapai, maka model mukena musti disesuaikan dengan model sekarang, agar keponakan suka dan senang menggunakannya, sehingga termotivasi untuk rajin sholat dengan memakai mukena kesayangan.

Kamipun mulai menjajagi toko demi toko di pasar grosir untuk membandingkan model mukena yang ciamik dan eye ketche, utamanya dimata anak anak. Model up to date namun tetap syar’i menjadi prioritas saya, jangan sampai gegara mengikuti model, tapi malah melanggar etika dan syari’at. Alih alih memberi manfaat, malah memberi mudharat. Sebab banyak sekali di temui di toko toko, mukena dengan model dan gambar kekinian, tapi “kurang etis” jika digunakan untuk sholat.

Untuk memilih mukena untuk keponakan, setidaknya ini rambu rambu yang saya pakai:

  1. Tidak ada gambar makhluk bernyawa.

Jangankan memilih busana untuk dipakai sholat, pakaian yang dipakai tiap hari dan lukisan lukisan yang terpampang di dalam rumah pun sebaiknya tidak mengandung gambar makhluk bernyawa, karena dilarang oleh Rasulullah SAW.

Sekarang ini banyak orang salah kaprah, mukena model sekarang, utamanya mukena anak, sengaja di tempel model dan jargon tokoh utama film kesukaan anak anak. Mereka berdalih supaya anak anak merasa senang dan suka karena bergambar idola nya.

Bagi saya, pemahaman itu salah kaprah, meskipun gambarnya orang berjilbab atau gambar hewan tataplah tidak etis jika ada di mukena, lah ini (saya temui) ada model mukena anak yang gambarnya perempuan tanpa hijab, dengan badan sexy. Seolah olah sengaja merusak mindset generasi mendatang untuk mengesampingkan budaya berhijab atau menutup aurat. Dan anehnya lagi model mukena seperti ini banyak diminati dan malah menjadi trend tahun ini.

Sebagai orang tua, mestinya kita jeli memilih busana untuk anak anak kita, apalagi busana untuk sholat seperti mukena yang dipakai untuk ibadah uang sakral, menghadap sang Khaliq.

  1. Menghindari corak, atau minim corak.

Sebisa mungkin menghindari mukena bercorak, apalagi corak nya beraneka ragam dan membentuk pesan tersembunyi, misalnya corak yang membentuk gambar makhluk hidup atau membentuk pesan pesan tertentu, Karena biasanya corak corak itu akan mengganggu konsentrasi dan kekhusukan sholat, apalagi coraknya berada di belakang, yang akan berpotensi mengganggu konsentrasi orang di shaf belakang. Kalaupun memilih bercorak, maka corak tidak lebih dari separuh mukena, hanya di bagian tertentu saja.

Untuk point dua ini, saya memilih  corak sebagai pengganti renda, yaitu hanya di tepi mukena saja, kalaupun ada gambar, gambarnya hello kitty, bukan makhluk hidup, posisi gambar juga berada di depan, sehingga tidak mengganggu konsentrasi shaf di belakangnya.

  1. Memilih Warna Mukena

Untuk warna, saya sih lebih memilih warna putih, karena netral. Tapi karena anak anak suka warna ngejreng, saya memilih warna warna dominan khas anak anak, seperti pink, biru langit, hijau, ungu, dll. Asal warnanya dominan dan tidak kalah saing dengan warna coraknya.

Ketiga kategori itu yang saya gunakan sebagai rambu pembatas dalam membeli mukena untuk anak anak, sehingga tidak melanggar etika dan menghilangkan syarat sah dalam beribadah.

image

Mereka senang mendapat hadiah mukena

Dan alhamdulillah, ponakan kami senang dan merasa cocok dengan mukena yang kami berikan sebagai kado lebaran.

Semoga tambah rajin sholatnya yah…. ūüėČ

Iklan

Itu kan Kata Kidemang, Apa Kata Kamu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s