Mitos Seputar Gerhana Matahari

2015-09-01 07.04.55-3

Mitos Seputar Gerhana Matahari

Di tahun 2016 ini, ada beberapa fenomena langit yang akan terjadi. Diantaranya adalah Hujan meteor dan Gerhana Matahari Total (GMT). Jika hujan meteor sudah terjadi di bulan Januari dan hanya bisa dinikmati dari belahan bumi bagian utara saja, maka gerhana matahari kali ini Indonesia menjadi salah satu “tuan rumah”, karena secara geografis sebagian wilayah Indonesia masuk dalam peta lintasan gerhana matahari total (GMT). Fenomena ini diperkirakan terjadi pada tanggal 9 Maret 2016. Beberapa daerah yang bisa menikmati langsung keajaiban alam yang langka ini antara lain: Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.

Bagi saya yang orang Jawa asli, fenomena GMT itu menarik, sebab terjadinya gerhana matahari seringkali dikaitkan dengan mitos mitos menyeramkan seputar gerhana, terutama buat orang kampung di Jawa sana. Mitos itu sangat melekat, bahkan sampai saya dewasa pun, jika teringat gerhana matahari, bayangan ketakutan itu masih ada, meski ilmu pengetahuan sekarang sudah menjawab secara logika. Terakhir saya mengalami GMT pada 24 Oktober 1995, itu juga hanya sebentar, sekitar 10 menitan.

Nama nya juga budaya Jawa, lengket dengan budaya Animisme Dinamisme, keadaan langit gelap disiang hari seringkali dikaitkan dengan tokoh kegelapan, yang dikenal dengan istilah Buto Ijo. Dalam gambaran saya yang masih anak anak, Buto Ijo adalah makhluk jahat simbol kegelapan, bertubuh besar, bermata lebar, dan seluruh tubuhnya berwarna hitam kehijauan. Entah darimana deskripsi itu muncul, yang jelas terjadinya gerhana matahari itu selalu berkaitan dengan kehadiran si makhluk Buto Ijo. Konon penyebab hilangnya matahari itu sidebabkan oleh Buto Ijo yang memakan nya. Sehingga beredar beragam mitos, antara lain :

  • Dilarang keluar rumah, nanti ditangkap oleh Buto Ijo.
  • Ibu hamil disuruh ngumpet di balik dipan atau tempat tidur, sebab dikawatirkan anak dalam kandungan di culik oleh Buto Ijo.
  • Karena Buto Ijo tidak suka kebisingan, maka warga berusaha mengusir Buto Ijo dengan menabuh bunyi bunyian, seperti kentongan dan alat masak yang dipukul pukul.

Betapa dahulu waktu masih kecil, saya pernah mengalami langsung fenomena alam ini, dan kami (saya dan teman teman sebaya) tenggelam dengan mitos tersebut. Maklum, namanya juga anak kampung dan masih kecil pulak.

Dan ternyata, mitos gerhana matahari itu tidak hanya di kampung saya saja loh, berikut ini mitos seputar GMT yang ada di negara negara tetangga, dan bahkan diantaranya negara maju sekalipun mengenal mitos “ngawur” tentang GMT, sementara teknologi dan ilmu antariksa mereka sedemikian canggih.

Jepang – Orang Jepang yang dikenal maju dalam bidang teknologi juga mempunyai mitos tentang gerhana matahari. Masyarakat Jepang zaman dahulu percaya bahwa gerhana matahari adalah sebuah wabah yang sangat berbahaya. Ketika gerhana matahari terjadi, mereka percaya sedang ada racun yang sedang ditebar. Untuk menghindari air tercemar racun, mereka menutupi sumur yang ada dirumah.

Yunani – Pada zaman Yunani kuno, gerhana matahari dianggap sebagai pertanda bahwa dewa-dewa sedang marah. Masyarakat kala itu juga percaya bahwa gerhana matahari merupakan pertanda bencana akan terjadi.

Mesir – Pada saat gerhana, masyarakat Mesir percaya Dewa matahari sedang melawan ular laut, dan mereka wajib membantu dewa nya, yaitu dewa Ra . Ra adalah dewa yang berkepala elang dan merupakan dewa Matahari. Dalam kesehariannya, Ra memimpin sebuah perahu yang banyak berisi dewa dewa untuk melintasi langit. Diceritakan dalam mitos tersebut bahwa perjalanan Ra melintasi langit adalah perjalanan yang sangat berbahaya. Dimana ada Apep, dewa Ular Laut yang jahat, yang selalu berusaha menghentikan perjalanan Ra. Bila terjadi gerhana Matahari, diyakini Apep telah berhasil menghentikan Ra, walaupun pada akhirnya Ra berhasil meloloskan diri dan matahari kembali bersinar.

China – Masyarakat China percaya bahwa terjadinya gerhana Matahari disebabkan oleh adanya seekor naga yang sedang melahap Matahari. Menurut legenda, utuk menakuti naga, warga membunyikan suara-suara keras seperti petasan. Dan hingga saat ini ritual itu masih dilakukan saat gerhana terjadi.

India – Dalam mitos Hindu, dua setan yakni Rahu dan Ketu diyakini menelan matahari sehingga terjadinya gerhana. Wanita-wanita hamil dilarang keluar rumah untuk menghindari bayi mereka terlahir cacat. Doa-doa, puasa dan mandi ritual dilakukan untuk menghindari efek negatif dari gerhana matahari. Mereka melakukan ritual mandi suci di sungai sungai. Warga India juga mempercayai bahwa makanan yang dimasak saat gerhana matahari akan menjadi racun. Karenanya warga tidak makan saat gerhana matahari terjadi.

 

Ilustrasi gerhana matahari total

Ilustrasi gerhana matahari total

 

Seiring perkembangan ilmu astronomi, beragam mitos tentang gerhana matahari lambat laun terkikis. Gerhana matahari adalah fenomena alam yang terjadi saat posisi bumi, bulan, dan matahari berada pada posisi garis lurus. Posisi bulan menutupi cahaya matahari, sehingga tidak sampai ke permukaan bumi. Oleh karena ukuran bulan lebih kecil dari matahari, maka cahaya matahari yang tertutup hanya sebagian saja, sehingga hanya beberapa wilayah saja di bumi yang tertutup secara total, dan dikenal dengan istilah Gerhana Matahari Total (GMT).

Dan di tahun 2016 ini sebanyak 12 wilayah di Indonesia kebagian “giliran” terjadi GMT. Daerah daerah tersebut menjadi incaran wisatawan mancanegara yang akan menyaksikan Gerhana Matahari Total, termasuk blog detik yang mengadakan lomba blog berhadiah trip ke Bangka Belitung untuk menyaksikan fenomena ini. Akan dipilih 20 orang dengan tulisan terbaik yang akan menjadi #LaskarGerhanaDetikcom. Tertarik mengikuti #WisataGerhana dari Blog detik ini ? klik DISINI.

Iklan

2 responses to “Mitos Seputar Gerhana Matahari

Itu kan Kata Kidemang, Apa Kata Kamu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s