Pasca Demo, Apakah Taxi Konvensional Akan Mati?

Entah kenapa, usai rame berita tentang demo para supir taxi dan supir angkot, tetiba saya teringat saat saat di bangku kuliah, waktu itu dosen favorit saya, pa Mudrik Alaydrus menerangkan tentang grafik eksponensial positif. Pak Mudrik adalah lulusan Doktor di Jerman, mengajar mata kuliah Antena dan Propagasi Gelombang. Dan saya paling suka mata kuliah ini, karena mempelajari hal hal gaib tapi masuk logika (looh…).

 

Iyah…., jadi itu propagasi gelombang elektromagnetik antena bagi saya hal gaib, karena fisiknya nggak ada, tapi manfaatnya bisa dirasakan, yah mirip mirip orang kentut lah ya… nggak ada fisiknya, tapi bau nya kemana mana. (ini koq pembahasannya jadi panjang). >>> BACK TO TOPIC.

Lalu apa hubugannya antara grafik eksponensial dengan demo tukang taxi?

Begini ceritanya…. *nyimakserius

Grafik eksponensial ini mirip dan sama persis dengan bentuk setengah gelombangnya sinusoidal. Kalo kamu penasaran dengan bentuk grafiknya, ini saya gambarkan bentuknya:

Jpeg

Grafik Eksponensial Positif

 

Yang menarik adalah, menurut pak Mudrik, grafik penggambaran gelombang elektromagnetik ini juga bisa mewakili atau merepresentasikan hampir seluruh proses kehiduan di dunia ini, dari mulai proses lahir hingga mati.

 

Ada 5 titik yang bisa kita ambil sebagai representasi dari proses kehidupan, titik pertama menggambarkan kapan kita lahir, titik kedua menggambaran kita sedang bekerja dan berusaha menuju kesuksesan, titik ketiga menggambarkan puncak kesuksesan, titik ke empat menggambarkan anti klimaks atau menurunnya kesuksesan, dan titik terakhir adalah kematian.

 

Siapapun kamu, baik makhluk hidup, binatang, tumbuhan, dan sesuatu yang bergerak, hampir dipastikan melewati kelima proses itu, termasuk bisnis.

 

Lalu hubungannya dengan Demo Taxi dan Angkot apa dong…??!

Maksudnya begini… Nama nya  jasa transportasi kan juga termasuk jenis bisnis yah…., pastinya akan mengalami 5 proses yang saya jelaskan diatas.

 

Duluuuu banget (u nya doubel saking dulu nya, hi hi hi), waktu mobil masih belum sebanyak sekarang, waktu teknologi masih belum secanggih sekarang, waktu transportasi sepeda onthel masih jadi primadona. Bisnis taxi dan angkot mungkin bisa jadi suatu bisnis yang sangat menjanjikan. Orang yang menggunakan jasa ini seolah olah menjadi orang spesial dan memiliki prestise serta bergengsi.

 

Wajar, karena mobil dan motor adalah teknologi baru (pada masa itu), dan bisnis jasa kendaraan sewa (taxi dan angkot) menuai kesuksesan besar. Mereka berada di atas awan, atau kalo lihat di grafik eksponensial, mereka berada di titik ketiga (puncak sukses).

 

Nah, kalo dilihat di zaman sekarang, yang katanya sudah zaman nya internet, zaman mbah google dan zamannya android. Mobil dan Sepeda motor sudah bukan barang “aneh” lagi. Zaman telah berubah, persaingan bisnis jasa transportasi juga otomatis ikutan bergeser sesuai zaman.

 

Bagi pelaku bisnis jasa transportasi yang sudah berada di level 3 pada grafik eksponensial dan ingin terus berada di posisi tersebut, hanya punya dua pilihan, mempertahankan kesuksesannya dengan berinovasi, atau siap siap turun ke level 4 dan bahkan terjun bebas ke level 5 alias MATI.

Demo taxi dan angkot kemarin itu menurut saya adalah suatu gerbang menuju proses transformasi, sekaligus ujian buat para pengusaha taxi dan angkot konvensional, apakah mereka bisa mengikuti perkembangan zaman, atau akan ditelan perkembangan zaman dan terjun di point 5, alias MATI.

 

Mari kita lihat episode berikutnya….

Iklan

2 responses to “Pasca Demo, Apakah Taxi Konvensional Akan Mati?

Itu kan Kata Kidemang, Apa Kata Kamu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s